Benarkah Olahraga Perlambat Proses Penuaan? Ini
Penjelasannya
Berita dari Lusia Kus Anna •1bln
Penuaan adalah proses normal dalam hidup dan setiap orang
dapat mengalami perubahan pada tubuh maupun kemampuan berpikir seiring
bertambahnya usia.
Namun, terkadang orang ingin memperlambat proses penuaan
dengan berbagai cara.
Salah satu pilihan anti-penuaan yang potensial adalah aktif
secara fisik. Sebab, olahraga dapat membantu melawan penuaan yang memungkinkan
tubuh menyesuaikan diri lebih baik dengan proses penuaan atau membuat perubahan
pada tingkat sel.
Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai efek
anti-penuaan dari olahraga, simak penjelasan selengkapnya sebagai berikut.
Baca juga: Riset Ungkap Hubungan antara Asupan Protein, Penuaan, dan Umur
Panjang
Efek anti-penuaan dari olahraga
Olahraga diketahui bermanfaat untuk penuaan yang sehat
karena membantu orang mengurangi risiko kondisi kesehatan kronis.
Selain itu, aktivitas fisik juga memiliki efek anti-penuaan
pada bagian dan proses tubuh, seperti:
• Otak
Peningkatan pembentukan neuron dan berkurangnya perubahan
kognitif yang membuat kita pikun.
• Sistem kardiovaskular
Penurunan tingkat tekanan darah dan peningkatan fungsi
jantung.
• Metabolisme
Metabolisme yang lebih baik.
• Otot
Peningkatan pembentukan otot yang mengarah pada manfaat
seperti kekuatan, keseimbangan, dan mobilitas sendi yang lebih baik.
• Sistem pernapasan
Peningkatan pernapasan dan ventilasi paru-paru.
Mengapa efek anti-penuaan dari olahraga dapat terjadi?
Aktivitas fisik dapat memberikan efek anti-penuaan karena
cara tubuh bereaksi terhadap olahraga dan perubahan tubuh pada tingkat sel.
• Reaksi stres olahraga dan penuaan yang sama
Dalam sebuah studi tahun 2022, para peneliti menyarankan
untuk membuat tubuh stres dengan aktivitas fisik guna melindungi tubuh dari
penuaan dan kondisi kesehatan yang berkaitan dengan usia.
Hal ini karena reaksi terhadap stres akibat olahraga —
seperti peningkatan kadar kortisol dan peradangan — sangat mirip dengan apa
yang terjadi pada tubuh saat menua.
Maka, tubuh seseorang dapat beradaptasi dengan stres
olahraga dan lebih siap untuk menangani stres fisiologis akibat penuaan.
Para peneliti juga berhipotesis, semakin intens olahraga,
semakin besar kemungkinan potensi perlindungan dari penuaan dapat terjadi.
Mereka juga mengindikasikan manfaat perlindungan yang
mungkin terjadi membutuhkan olahraga teratur dari waktu ke waktu, bukan
olahraga yang dilakukan di kemudian hari.
• Perubahan tubuh terjadi di dalam sel
Dalam sebuah studi European Heart Journal, para peneliti
mencatat dua perubahan penting sel dari pelari dan orang yang melakukan latihan
interval intensitas tinggi (HIIT).
Hasilnya, telomer mereka memanjang dan telomerase meningkat.
"Efek-efek ini keduanya penting untuk penuaan sel,
kapasitas regeneratif, dan mendukung penuaan yang sehat," kata penulis
studi dari Leipzig University Jerman, Ulrich Laufs, MD, dalam sebuah
pernyataan.
Telomer secara alami menyusut dari waktu ke waktu. Ketika
telomer menyusut, sel-sel akan mati dan tidak terus membelah.
Kematian sel juga berperan dalam hal-hal seperti
terbentuknya kerutan, pertumbuhan uban, serta risiko masalah kesehatan yang
berkaitan dengan usia, yaitu penyakit jantung, penurunan kognitif, dan bahkan
kematian dini.
Para peneliti berhipotesis, jenis-jenis olahraga tersebut
memengaruhi kadar oksida nitrat dalam darah.
Oksida nitrat meningkatkan aliran darah sehingga hal ini
dapat memengaruhi perubahan sel pada kedua kelompok partisipan.
Latihan kardio dan latihan kekuatan bermanfaat untuk
anti-penuaan
Studi European Heart Journal menemukan, latihan kardio
bermanfaat dalam hal efek anti-penuaan.
Olahraga seperti berlari, berenang, atau bersepeda dan HIIT
sama-sama memperlambat tanda-tanda penuaan dibandingkan dengan angkat beban,
setidaknya pada tingkat sel.
Kendati demikian, menurut editorial dalam studi European
Heart Journal, ini bukan berarti latihan kardio adalah yang terbaik untuk
kebugaran fisik, karena semua olahraga sama baik dan bermanfaat.
Dengan kata lain, kita tidak perlu berhenti melakukan sesi
latihan kekuatan. Khususnya untuk lansia, latihan kekuatan membantu meningkatkan
kemampuan untuk bergerak dan meningkatkan berapa lama seseorang tetap sehat.
Latihan kekuatan sangat penting untuk mengatasi
osteoporosis, yaitu kondisi penurunan kekuatan, kepadatan mineral, dan massa
tulang.
"Data kami mendukung rekomendasi pedoman European
Society of Cardiology saat ini apabila latihan kardio harus menjadi pelengkap
latihan kekuatan, bukan sebagai pengganti."
Demikian penuturan salah satu penulis studi dari Saarland
University di Jerman, Christian Werner, MD.
Hal yang sama berlaku untuk pedoman olahraga yang
menyarankan agar orang melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik aerobik
intensitas sedang per minggu dan setidaknya dua sesi aktivitas penguatan otot.
Namun, perlu diingat, apa pun olahraga yang kita pilih,
bicarakan dokte atau ahli kesehatan yang bisa memberikan informasi lebih lanjut
tentang jenis dan jumlah aktivitas fisik yang sesuai dengan kebutuhan.
.png)
Comments
Post a Comment